CACAT SITEMIK KAPITASLIME

CACAT SITEMIK KAPITALISME

Oleh : Taufik Ginting

Sistem kapitalisme dibangun atas dasar manfaat, atau kepentingan diri/kelompok dan inilah yang menjadi pemicu kerja yang akan menghasilkan materi konsumsi dan menjadi unsur utama ajaran kapitalisme. Sebagaimana kita ketahui, sifat mengakar dari manusia adalah tercukupinya kebutuhan dirinya. Ini pula lah yang menjadi motivasi untuk mendorong manusia bekerja agar keinginan-keinginan materi tercukupi. Dengan demikian, ada produksi yang harus di dorong untuk mengikuti selera umat manusia. Semakin dibuka lebar, maka laju perekonomian akan semakin berputar, sebaliknya, jika ini di perkecil maka laju perekonomian akan semakin tertutup.

Tentu saja, hal itu bersifat wajar dengan beberapa syarat tertentu. Mengingat adanya perbedaan manusia dari sisi kecerdasan, kesempatan, sistem politik, maka keran produksi ini tidak bisa diberikan tanpa campur tangan semua fihak [stakeholder] yang terkait dengan hajat hidup orang banyak. Tentu harus ada beberapa keseimbangan antara pemain, konsumen dan pengatur untuk duduk bersama membahas nya agar tidak terjadi kondisi ekstrim yang mengakibatkan kehancuran sosial.

Hal ini dikarenakan sistem kapitalisme memiliki cacat sistemik yang berpotensi melakukan kehancuran sistem. Cacat sistemik itu antara lain :

1. Berpotensi merampas kekayaan negara

Bersama aparat birokat membuat aturan-aturan yang nantinya menguasai unit-unit produksi yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak

2. Berpotensi mengendalikan nasib bangsa-bangsa di dunia

Merancang sistem politik internasioanal yang akan mengendalikan ekonomi dunia, salah satunya dengan membuat konflik dan peperangan, sehingga akan terjadi recovery ekonomi dimana mereka akan mendapat kesempatan untuk memasarkan produksinya.

3. Menggelembungkan tingkat pengangguran

Modernisasi peralatan yang terlalu cepat tidak diimbangi dengan peningkatan skill buruh, sehingga akan alasan untuk memecat buruh dan memperbanyak kerja mesin. Buruh yang dipecat tidak memiliki kesempatan untuk bekerja di luar.

4. Mengakibatkan krisis akhlak

Sistem ini telah mereduksi akhlak. Tanpa sama sekali mempedulikan sistem ketahanan sosial, mereka mengeksploitas seksualitas demi menggenjot produksi.

5. Pengurangan religiusitas/agama

Memperbanyak produksi dengan jalan apa saja, termasuk sogok, suap, upeti.

6. Hampa dari kasih sayang terhadap kaum buruh

Menggaji buruh dalam kondisi minimal dengan alasan mempertinggi profit untuk memperluas usaha yang tiada berakhir.

wasalam.

Medan, 16 September 2009

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.